ANANNDA PRODUCTION

FILOSOFI POPOK KAIN ANANNDAPERS

Ananndapers dirancang dengan filosofi seperti mobil kijang dibuat pertama kali tahun 70-an: bisa memenuhi semua ekspektasi dan tahan banting. mana ada mobil impor masa itu yang bisa dipakai oleh keluarga, bisa dikendarai di semua medan jalan, lumayan irit dan harganya murah! Dua syarat itu cukup sulit dipenuhi oleh kebanyakan diapers, karena banyak bahan eksklusif yang membutuhkan treatment khusus. Dalam kondisi ibu-ibu rumah tangga di Indonesia, sebagian besar treatment itu sangat sulit dipenuhi. Mesin cuci khusus kain wool, mengkucek hanya dengan tangan, tidak boleh memakai drying machine apalagi setrika.
Masih ingat masa dua puluh tahun yang lalu, saat wajan teflon pertama kali diperkenalkan. Sangat canggih dan sangat membantu pekerjaan ibu di dapur. Tapi begitu wajan tersebut sampai di tangan pembantu, semua lapisan teflon itu menjadi bopeng-bopeng hanya dalam beberapa minggu saja, karena pembantu tahunya semua barang cucian di dapur mesti di-treatment dengan satu cara. Toh kita semua tidak akan menyalahkan seorang pembantu untuk kesalahan seperti itu. Lebih baik memilih untuk memakai wajan biasa, panci biasa dan cara memasak yang biasa-biasa lagi saja, daripada tragedi semacam itu terulang lagi.
Oleh karena persyaratan tahan banting itu, maka bahan yang tidak boleh ada sama sekali pada diapers adalah plastik. Begitu sebuah bahan kain ada campuran plastiknya, maka warning treatment-nya adalah jangan disetrika. Sejumlah merek diapers menyembunyikan bahan plastik tahan bocornya di balik kain luar bermotif yang bagus-bagus. Selain agar terlihat cantik, juga agar tidak langsung rusak jika disetrika. Tapi itu hanya masalah waktu saja. Ibu-ibu bisa bayangkan bagaimana jika jas hujan kita disetrika?
Begitu juga dengan kain fleece. Semua bahan yang terbuat dari bulu domba, pasti disertai dengan warning bermacam-macam dalam pencuciannya. Tidak hanya pada diapers, semua pakaian yang mengandung bahan fleece, pasti diikuti petunjuk pencucian dan pengeringan yang rumit, seperti yang dijelaskan di situs ehow.com (http://www.ehow.com/how_172336_wash-fleece.html). Memang ada perbedaan kebiasaan yang mendasar antara rumah tangga di negara berkembang seperti kita dengan negara-negara Amerika dan Eropa. Bagi mereka, semua pekerjaan mencuci ditangani oleh laundry profesional, apapun jenis cuciannya. Si tukang laundry nanti akan membaca keterangan pada label pakaian, tentang apa yang boleh dan tidak boleh mereka lakukan. Lagipula kain wool itu memang lebih cocok untuk negeri empat musim, dimana dombanya berbulu lebat, dan orang-orangnya juga mesti melindungi diri dari musim dingin yang kejam. Penggunaan kain wool di negeri empat musim sama seringnya dengan penggunaan kain cotton yang terbuat dari kapas di negeri tropis.
Adalah hal yang menyulitkan, jika diapers kain yang basah, kotor dan bau karena penuh pup dan pipis, hanya boleh di-treatment secara terbatas. Pakai mesin cuci tidak boleh, mesin pengering tidak boleh, cairan pelembut, pemutih dan pengharum tidak boleh. Apalagi disetrika juga tidak boleh. Jadinya semua kotoran itu mesti kontak dengan tangan para ibu atau pembantu kita. Penggunaan kimia semacam baking soda juga rasanya masih asing di telinga para ibu-ibu, salah-salah malah tertukar pengunaannya dengan bumbu dapur.
Tentu saja tidak mudah untuk mendesain diapers kain yang terbebas 100% dari bahan plastik dan kain wool dengan fungsi-fungsi penyerapan dan ketahanan bocor yang sama dengannya. Tapi Ananndapers mampu melakukan itu. Caranya adalah dengan penggunaan bahan parachute balloon yang sangat kuat, breathable dan tahan bocor serta penggunaan bahan cotton flannel non polyester yang sangat menyerap dan kering di permukaan. Ingat bahwa setiap bahan yang kandungan cotton-nya tinggi pasti mudah terlipat-lipat seusai dicuci, dan sebaiknya disetrika sebelum penggunaan kembali. Berbeda dengan kebanyakan cloth diapers dari negeri empat musim, penggunaan mesin cuci, mesin pengering, cairan pemutih, pelembut, pewangi dan setrika setiap hari selama bertahun-tahun pun tidak mengubah apalagi merusak Ananndapers.
Meski demikian, kekuatan utama Ananndapers bukanlah pada pemilihan bahannya, tapi pada keunikan desainnya. Model lidah kain di dalam Ananndapers membebaskan para orang tua dari keharusan untuk berganti-ganti kain pengisi atau insertion cloth yang sangat merepotkan. Seperti kita ketahui bersama, tidaklah mungkin mengganti insertion cloth sambil tetap membiarkan diapersnya digunakan kembali dalam keadaan terkena kotoran bayi. Desain Ananndapers juga sejauh mungkin telah memperhitungkan hukum-hukum fisika aliran cairan sehingga kebasahan sedapat mungkin terdistribusi merata di bagian dalam Ananndapers dan tidak langsung tertumpah keluar. Desain itu sangat mengurangi kebocoran, namun di dunia cloth diapers, tidak ada yang berani menjamin 100% tahan bocor. Berbagai faktor sangat berpengaruh, seperti ukuran badan dan perubahan posisi bayi.

Penting untuk dicatat, agar tidak pernah membandingkan antara daya tahan bocor disposable diapers (diapers sekali pakai) dengan cloth diapers (popok kain), karena yang satu menggunakan hukum-hukum kimia untuk penyerapan cairan sedangkan yang lainnya menggunakan hukum-hukum fisika. Jika dibandingkan dengan sesama popok kain lainnya, maka akan segera terlihat keunggulan kualitas dan keekonomisan Ananndapers.

Fitur-fitur Utama Diapers Anannda
Diapers Anannda, memiliki sejumlah fitur dasar yang menjadikannya unik dibandingkan produk-produk diapers kain sejenisnya, baik yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Sejumlah keunikan itu dapat diringkas menjadi empat poin berikut ini:
1. Diapers dengan sistem kain berlidah adalah sebuah konsep desain baru untuk menggantikan sistem pengisian kain (insertion cloth) pada kebanyakan diapers kain. Kain pengisi diapers dianggap memberikan pekerjaan tambahan bagi para orang tua, baik pada waktu pengisian, penggantian, pencucian dan penjemurannya. Bagi mereka yang telah terbiasa dengan pampers sekali pakai, hal ini sebisa mungkin akan dihindari. Lagipula, penggantian kain pengisi itu tidak banyak gunanya apabila sang bayi telah mengompol cukup banyak atau buang air besar, karena basah dan kotornya pasti juga akan mengenai kain diapers induknya, Diapers dengan sistem kain berlidah, tampak sederhana dalam penampilan, namun membutuhkan ketepatan tinggi dalam desain dan pengerjaannya. Tetapi hasil yang didapat adalah, diapers Anannda akan lebih efektif dalam menyerap dan menyimpan cairan, tanpa penggunaan gel kimia sedikitpun, pertama di dunia.
2. Diapers dengan sistem karet elastis, yang lembut di kulit bayi dan anti bocor.Diapers dengan sistem elastis, kini jarang digunakan oleh kebanyakan produsen diapers kain. Mereka lebih memilih untuk menggunakan sistem kancing (snap) atau kain perekat (velcro), agar produk diapersnya bisa dirancang all size dan menghemat jenis-jenis item produk. Memang daya elastisitas karet tidak bisa selebar jangkauan perekat velcro atau deretan kancing, tetapi hasil akhirnya akan lebih nyaman di kulit bayi dan mampu menahan dari kebocoran lebih baik.
Keuntungan lain yang didapatkan dari penggunaan elastis ini adalah panjangnya umur pakai dari produk diapers Anannda. Kebanyakan perekat velcro dan kancing akan kehilangan daya rekatnya dalam waktu kurang dari setahun. Banyak para ibu yang mengeluhkan produk-produk AIO Diapers internasional yang menggunakan sistem velcro dan snaps karena mudah rusak atau hilang daya rekatnya. Sedangkan diapers Anannda dengan sistem elastis ini dapat digunakan hingga lebih dari dua tahun. Bahkan ada sejumlah ibu yang mewariskan celana diapers Anannda dari putra mereka yang pertama ke putra mereka yang kedua, dalam keadaan masih tetap baik. Namun demikian, resikonya, produk kami mesti diciptakan dalam tiga ukuran (S, M, L, XL, XXL, XXXL) yang ditandai dari perbedaan rentang lingkar pinggang masing-masing. Ukuran mana yang paling sesuai untuk buah hati Anda, silakan pilih dan baca keterangannya di bagian Produk.
3. Diapers dengan kapasitas daya serap cairan sangat tinggi, mendekati pampers sekali pakai. Ananndapers adalah diaper dengan daya serap cairan tinggi. Meski tidak mungkin menyamai daya serap pampers sekali pakai yang menggunakan gel kimia, tapi diapers Anannda mampu menahan cairan hingga 130 cc untuk produk biasa dan 150 cc untuk produk extra serap. Kemampuan tersebut setara dengan 2 - 4 kali pipis bayi Anda, diambil dari data statistik rata-rata.
Dalam sebuah survey terbatas, para ibu pengguna Ananndapers menyatakan bahwa mereka cukup mengganti diapersnya sekali untuk anaknya selama tidur sepanjang malam. Bahkan untuk penggunaan produk extra serap, sejumlah ibu mengatakan bahwa mereka tidak perlu mengganti diapersnya semalam suntuk. Meski data ini tidak bisa digeneralisasi, karena faktor usia dan berat badan anak sangat bervariasi, tetapi penggunaan Ananndapers untuk waktu lama cukup bisa diandalkan.
4. Diapers dengan pencucian dan penjemuran sangat praktis dan efektif, meringankan beban kerja rutin para orang tua. Diapers all-in-one pada umumnya menggunakan sistem insertion cloth atau kain pengisi yang terbuat dari bahan mikrofiber, untuk meningkatkan daya serapnya. Namun demikian, banyak orang tua yang mengeluhkan tipe diapers tersebut. Kain pengisi dianggap tidak terlalu bermanfaat karena diapers yang sudah terkena pipis atau berak anak sudah pasti kotor. Selain itu, kain pengisi juga menambah beban pekerjaan mencuci dan menjemur yang tidak sedikit.
Ada pula sistem diapers tanpa kain pengisi, tetapi dengan membuat lapisan kain tebal di bagian dalamnya. Akibatnya tipe diapers ini menjadi sulit dicuci dan membutuhkan waktu sangat lama untuk dikeringkan. Jika waktu pengeringannya lebih dari dua hari, maka siklus penggunaan diapers jadi panjang, dan dibutuhkan banyak diapers kain untuk memenuhi kebutuhan bayi Anda.
Kedua masalah ini tidak terjadi pada Ananndapers. Dengan sistem kain dalam berlidah, diapers ini dapat dicuci dan dijemur dengan mudah serta mengering dengan cepat. Rata-rata diperlukan waktu hanya sehari saja untuk mengeringkan bila matahari bersinar penuh.
Apabila Ananndapers berbau pesing setelah pencucian biasa, maka Anda dapat merendamnya dengan deterjen semalam penuh atau merendamnya dengan air panas. Perlakuan pencucian ekstra terhadap Ananndapers sangat diperbolehkan dan tidak akan menyebabkan terjadinya kerusakan atau penurunan kualitas kainnya.
Proses Pembuatan Diapers Anannda
Ananndapers diciptakan dengan filosofi dasar go green and recycling. Sebagian besar material penyusun Ananndapers ini berasal dari kain-kain sisa industri garmen. Dengan prinsip ini, maka biaya produksi Ananndapers dapat ditekan jauh di bawah harga produk kompetitornya yang selevel. Konsekuensinya, pilihan warna yang tersedia pada produk Ananndapers tidak bisa dijaga konstan. Produsen Ananndapers jarang sekali men-stok bahan baku dalam jumlah besar.
Namun demikian produsen Ananndapers sama sekali tidak akan berkompromi terhadap kualitas bahan baku dan standar produksi. Ananndapers dibuat dari beraneka bahan kain yang dipilih secara sangat selektif, dan 100% terbebas dari bahan plastik. Ananndapers juga hanya dihasilkan oleh konfeksi yang berpengalaman dalam pembuatan jaket kulit. Hal itu merupakan syarat penting karena desain Ananndapers menuntut ketelitian dan ketrampilan tingkat tinggi untuk mewujudkannya. Sedikit saja terjadi kesalahan, maka kekompakan bentuk yang dihasilkan akan berbeda, yang akan berakibat semakin mudah terjadinya kebocoran.
Kain dalamnya (innner cloth) menggunakan bahan kain flannel khusus yang sangat tinggi penyerapannya. Untuk edisi diapers ekstra serap, maka bahan kain yang dipilih adalah dari jenis tetra yang diisi dengan kain mikro fiber khusus yang mampu menyimpan air dalam jumlah besar. Meskipun berdaya serap tinggi, ia tetap bukan tandingan pampers kimia sekali pakai yang menggunakan sistem gel. Oleh karenanya, penting bagi para ibu untuk tidak membandingkan diapers kain dengan pampers sekali pakai, tetapi dengan sesama diapers kain yang beragam jenisnya.
Kain terluarnya (outer cloth) dipilih dari jenis kain parasut yang langka tersedia di pasaran. Bahan ini sangat tipis, warna-warnanya cantik dan menarik serta mampu menahan air secara sempurna. Salah satu kriteria penting dari kualitas kain parasut adalah suara yang ditimbulkannya ketika bergesekan. Semakin halus terdengar suara gesekannya, semakin baik pula jenis kain parasut yang digunakan. Bahan parasut yang tipis dan lembut gesekannya itulah yang digunakan oleh Ananndapers.
Paduan antara desain yang sangat inovatif, bahan-bahan dengan kualitas terbaik dan tangan-tangan trampil yang mampu mewujudkannya dengan akurasi tinggi itulah yang membuat produk Ananndapers dapat sampai ke tangan anda

Manfaat Penggunaan Diapers Anannda
Melepaskan diri dari ketergantungan terhadap pemakaian disposable diapers atau pampers sekali pakai adalah hal yang tidak mudah untuk dilakukan. Kaum ibu modern yang hanya mempunyai sedikit waktu untuk mengurus anaknya dan menginginkan segala hal yang praktis, akan mengatakan bahwa pampers sudah perfek dan mereka tidak memerlukan penggantinya.
Tetapi pandangan itu jelas bertentangan dengan nilai-nilai kemodernan itu sendiri. Pampers sekali pakai atau disposable diapers sudah terbukti menimbulkan banyak sekali masalah, yang hanya bisa diatasi dengan penggunaan diapers kain all-in-one. Bahkan di negara-negara maju, penggunaan disposable diapers sudah mulai ditinggalkan dan konsumen lebih menyukai produk AIO Diapers meskipun harganya berlipat kali lebih mahal. Sejumlah masalah berhasil diatasi dengan meninggalkan kebiasaan memakai pampers dan beralih ke Ananndapers, yaitu:
  1. mencegah bahaya pencemaran lingkungan yang ditimbulkan oleh konsumsi disposable diapers oleh rumah tangga-rumah tangga perkotaan;
    Dampak Pencemaran Lingkungan Diapers (bag. 1)
    Oleh Adrienne Kinzel
    (terjemahan dari www.sfu.ca/dialog/undergrad/pdfs/0602-Kinzel_Adrienne.pdf)
    Pengantar
    Sungguh ironi bahwasanya praktek membesarkan anak dalam kebudayaan kita telah membahayakan lingkungan tempat kita hidup. Perhatian utama terhadap lingkungan berkaitan dengan fungsi-fungsi parenting, berhubungan dengan makanan, pilihan transprotasi dan konsumsi banyak jenis barang yang dibutuhkan untuk membesarkan anak. Artikel ini hendak mengeksplorasi perihal diapers yang telah menjadi “ikon masalah lingkungan” dalam kaitannya dengan pemeliharaan anak. Sebagai seorang wanita hamil yang peduli dengan masalah lingkungan, maka saya hendak mengulas tentang teknik penggunaan popok bayi dan mencari solusi yang beresiko paling kecil terhadap lingkungan. Meskipun sebagian besar keluarga menunjukkan komitmennya yang kuat untuk hidup dengan perilaku ramah lingkungan, tetapi kenyataan bahwa kita kini hidup dalam kebudayaan diapers plastik sekali pakai merupakan penghalang utama untuk mewujudkan hal itu. Tidaklah mudah menjadi seorang ibu, dan memilih alternatif ramah lingkungan seperti diapers celana daripada diapers plastik sekali pakai, karena itu berarti mengadakan pekerjaan tambahan yang biasa dihindari manusia modern.
    Dampak Pencemaran Lingkungan Diapers (bag. 2)
    Oleh Adrienne Kinzel
    (terjemahan dari www.sfu.ca/dialog/undergrad/pdfs/0602-Kinzel_Adrienne.pdf)
    Debat tentang Diapers
    Di Amerika Utara, 90% bayi menggunakan diapers sekali pakai dan hal ini menimbulkan konsekuensi lingkungan yang sangat besar. Proses pembuatan diapers sekali pakai memanfaatkan sumber daya dalam jumlah besar. Di Amerika Utara, setiap tahunnya 1 milyar pohon ditebang untuk dijadikan bahan diapers sekali pakai. Di Kanada sendiri, produksi diapers mengkonsumsi kira-kira 65.000 ton pulp, 8.800 ton plastik dan 9.800 ton material kemasan. Meski demikian, masalah terbesarnya justru datang dari sampah yang dihasilkan. Selama 2 atau 3 tahun pertama kehidupanya, seorang bayi kira-kira menggunakan 6.000 diapers, yang menciptakan sampah setara dengan 2,5 ton. Di Kanada kita telah membuang 1,7 milyar diapers sekali pakai setiap tahunnya. Sampah ini setara dengan 2,5% dari seluruh sampah rumah tangga yang pergi ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir).

    Sesampainya diapers kotor itu di TPA, ia akan menjadi sangat beracun. Dengan campuran plastik, kertas dan kotoran manusia, diapers berubah menjadi wahana perkembangbiakan penyakit. Sampah diapers itu menyerap sangat banyak air (karena memang dirancang untuk itu), dan materialnya tetap bertahan di tanah selama bertahun-tahun. Di TPA dimana kondisi pengomposan kurang ideal, sampah diapers sekali pakai dapat bertahan hingga 500 tahun sebelum akhirnya dapat terurai!

    Diapers celana membutuhkan bahan baku untuk pembuatannya jauh lebih sedikit dan sampahnya hampir tidak menimbulkan masalah lingkungan karena selalu dipakai ulang berkali-kali sampai akhirnya penggunaannya berakhir sebagai rags. Di TPA, diapers celana terurai dalam waktu hanya 6 bulan saja. Masalah lingkungan utama yang ditimbulkan dari diapers kain adalah energi dan air yang dibutuhkan untuk mencucinya. Total jumlah air yang dibutuhkan untuk mencuci diapers kain setara dengan jumlah air dari 5 kali pembilasan toilet dalam sehari. Anak yang mengenakan diapers kain cenderung untuk belajar pipis di kamar mandi lebih cepat, karena kemampuan kain untuk menyimpan air terbatas yang menyebabkan anak merasakan basah dan tidak nyaman. Karena kemampuan diapers sekali pakai untuk menghilangkan basah pada permukaan, anak-anak tidak akan menyadari kalau mereka sudah pipis, dan hal ini menunda latihan mereka untuk pipis di kamar mandi sampai enam bulan.

    Perbandingan biaya antara diapers celana dan diapers plastik sekali pakai mencerminkan dampak lingkungan yang ditimbulkannya. Diapers celana memerlukan biaya awal antara 50–100 dollar untuk pemakaian selama 2,5 tahun, dan ditambah biaya laundry 100–200 dollar per tahun, dengan nilai total mencapai $250 hingga $500. Sedangkan biaya diapers plastik sekali pakai mencapai $2500 selama 2,5 tahun pemakaiannya.

    Bila sudah jelas nilai ekonomis dan nilai lingkungannya, mengapa diapers plastik sekali pakai menjadi standar masyarakat? Mengapa tidak lebih banyak orang menggunakan diapers kain? Saya berbicara dengan sejumlah orang tua tentang usaha mereka untuk menggunakan diapers kain yang ramah lingkungan sebagai pilihan, dan hambatan yang mereka hadapi untuk melakukan hal ini. Diapers kain menghadapi masalah yang mirip dengan produk daur ulang lainnya dimana tanggung jawab itu tertumpu pada ibu rumah tangga. Diapers celana membutuhkan usaha ekstra untuk mencucinya sementara persepsi orang tua tentang diapers adalah benda yang selesai dipakai langsung dibuang.
    Dampak Pencemaran Lingkungan Diapers (bag. 3)
    Oleh Adrienne Kinzel
    (terjemahan dari www.sfu.ca/dialog/undergrad/pdfs/0602-Kinzel_Adrienne.pdf)

    Meski demikian, sejumlah orang tua pengguna diapers celana justru menekankan bahwa hal itu tidak menambah kerja karena dengan anak yang masih kecil, mereka selalu mempunyai banyak pakaian kotor yang harus dicuci. Mereka juga mengklaim bahwa kebiasaan berbelanja terus menerus untuk diapers sekali pakai dan mengangkut tumpukan sampah setiap akhir minggu juga pekerjaan tersendiri yang tak kalah beratnya.

    Penghalang lainnya untuk menggunakan diapers kain adalah tingkat pendapatan. Keluarga miskin seringkali tidak mampu menginvestasikan uang untuk pembelian diapers kain yang cukup mahal pada awalnya sehingga mereka terpaksa membeli diapers plastik sekali pakai dari minggu ke minggu, yang memakan biaya jauh lebih mahal pada akhirnya. Kenyataan yang lain mesti dihadapi oleh keluarga-keluarga miskin, seperti kurangnya akses fasilitas laundry dan seorang ibu yang juga bertugas mencari nafkah hanya mempunyai sedikit waktu untuk rumah tangganya, cenderung menghindari penggunaan diapers kain.

    Pilihan-pilihan dan tindakan-tindakan individual dan rumah tangga dimungkinkan atau dihambat dalam konteks yang lebih besar oleh korporasi dan institusi. Tanpa sadar, kita telah dibenamkan dalam kebiasaan ekonomi sekali pakai (disposable economy) yang sangat konsumtif. Di titik inilah saya merasakan bahwa rumah tangga mesti didukung dalam inisiatif keberlanjutan oleh komunitas, korporasi dan pemerintah. Sebagai contoh, sampah yang diciptakan oleh produk-produk sekali pakai seperti diapers adalah eksternalitas yang disubsidi oleh pembayar pajak, dan tidak dibayarkan untuk perusahaan seperti Pampers dan Huggies. Jika peraturan tentang tanggung jawab perusahaan dapat memaksa mereka untuk mempertanggungjawabkan seluruh siklus hidup produk, maka perusahaan-perusahaan ini dapat dimotivasi untuk membuat diapers mereka lebih biodegradable atau lebih mudah untuk didaur ulang.

    Alternatif lainnya adalah menyediakan dukungan institusional dan pemerintahan yang lebih baik agar rumah tangga-rumah tangga menjadi lebih sustainabel. Kantor-kantor walikota seperti di Cologne dan Bielefeld Jerman menghitung bahwa setiap bayi menghasilkan sampah 2,5 ton diapers sekali pakai yang setara dengan biaya pembuangan dan pengolahan limbah sebesar $400. Mereka mulai menyediakan kredit sebesar $50 bagi setiap keluarga untuk pembelian diapers celana dan laju penggunaan diapers celana tersebut meningkat drastis hingga mencapai angka 40% pengguna. Di Seattle, “Seattle Solid Waste” memiliki program yang mensubsidi diapers celana untuk keluarga-keluarga berpenghasilan rendah. Di kota Vancouver, masyarakat mengirim sampah 18000 ton diapers sekali pakai ke TPA setiap tahunnya; diapers merupakan 2% dari total sampah padat kota tersebut. Inisiatif yang mengikuti kebijaksanaan kepala daerah Seattle dan beberapa kota di Jerman akan membantu kota Vancouver dan banyak kota besar lainnya di dunia untuk menurunkan jumlah sampah berbahaya tersebut secara signifikan.

  1. Dampak Pencemaran Lingkungan Diapers (bag. akhir)
    Oleh Adrienne Kinzel
    (terjemahan dari www.sfu.ca/dialog/undergrad/pdfs/0602-Kinzel_Adrienne.pdf)
    Kesimpulan
    Terdapat sejumlah argumentasi moral bagi para orang tua untuk menjatuhkan pilihan pada produk ramah lingkungan seperti diapers celana. Keberlanjutan lingkungan kita sangat berkaitan dengan bagaimana cara kita membesarkan anak. Sistem nilai itulah yang akan diwariskan kepada generasi-generasi berikutnya.

    Kita semua ingin membesarkan anak dalam lingkungan yang sehat dan aman, tetapi kesempatan itu dapat berkurang atau hilang sama sekali dengan adanya polusi, penggundulan hutan, pemanasan global, over konsumsi, pemakaian bahan bakar fossil dan sumber daya tak terbarukan lainnya. Tidaklah masuk akal bila praktek-praktek pemeliharaan anak juga berkontribusi terhadap masalah lingkungan yang tak kalah peliknya. Para orang tua memiliki kesempatan untuk mengajarkan kepada anak-anak mereka tentang contoh-contoh bagaimana memelihara lingkungan dengan membangun kebudayaan ramah lingkungan. Kita ingin agar anak-anak kita tidak hanya memelihara lingkungannya dengan baik, tetapi juga merawat buminya secara keseluruhan dengan baik. Pilihan-pilihan rumah tangga seperti diapers celana dapat membawa perubahan ke arah tersebut.

    Pada saat terdapat begitu banyak alasan bagi orang tua untuk memilih diapers kain daripada diapers sekali pakai, tetap saja sulit untuk membuat pilihan ramah lingkungan bagi orang tua, khususnya bagi mereka yang sudah kelelahan bekerja mencari nafkah. Saya percaya bahwa tanggung jawab ini seharusnya tidak hanya diletakkan pada pundak orang tua. Perdebatan antara diapers celana versus diapers sekali pakai merupakan persoalan yang terdiri dari faktor-faktor sosial, ekonomi dan lingkungan yang lebih luas. Pencemaran lingkungan yang ditimbulkan oleh diapers sekali pakai sangatlah besar dan mesti ada tanggung jawab korporasi terhadap sampah yang mereka ciptakan. Dinas kebersihan dan pemerintah daerah dapat memberikan insentif untuk menolong rumah tangga-rumah tangga membuat pilihan ramah lingkungan. Kelompok-kelompok masyarakat dapat memberikan pendidikan, penyadaran dan dukungan bagi para orangtua untuk membuat pilihan ramah lingkungan.

    Dalam komunitas saya, sebagian besar orang tua yang saya beritahu seluk beluk tentang diapers telah membesarkan hati saya dengan menggunakan diapers kain dan mengatakan bahwa hal ini tidak memberikan beban tambahan. Pesan ini sangatlah penting untuk didengar untuk membentengi diri dari derasnya iklan yang ditampilkan oleh perusahaan diapers sekali pakai, yang membuat mereka seolah menjadi standar hidup.
  2. menghilangkan sindroma tumbuh kembang anak dan gangguan kesehatan lainnya yang diakibatkan penggunaan disposable diapers; Anak yang mengenakan diapers kain cenderung untuk belajar pipis di kamar mandi lebih cepat, karena kemampuan kain untuk menyimpan air terbatas yang menyebabkan anak merasakan basah dan tidak nyaman. Karena kemampuan diapers sekali pakai untuk menghilangkan basah pada permukaan, anak-anak tidak akan menyadari kalau mereka sudah pipis, dan hal ini menunda latihan mereka untuk pipis di kamar mandi sampai enam bulan.
  3. menghemat biaya total yang dibutuhkan untuk pemeliharaan anak hingga usia balita.Berapa banyak pampers yang dibeli seorang ibu untuk bayinya dari mulai usia awal hingga buah hatinya itu terlatih pergi ke kamar mandi sendiri untuk buang air kecil sendiri di malam hari? Dalam sebuah penelitian dinyatakan bahwa tidak kurang dari 500 buah pampers digunakan oleh anak-anak perkotaan dari semenjak bayi hingga mereka menjelang balita.

    Jumlah ini tentu akan bertambah manakala para orangtua benar-benar ingin memastikan bahwa seprei tempat tidur dan pakaian mereka tidak menjadi najis karena terkena air kencing anaknya yang tidak sepenuhnya mengkonsumsi ASI. Adalah menjadi kebiasaan bagi banyak rumah tangga muslim, manakala bayinya sudah tidak full mendapatkan ASI ibunya atau sudah melewati usia dua tahun, untuk bersikap ekstra hati-hati terhadap pipis bayinya. Kehati-hatian ini sering kali mendorong kebergantungan kepada penggunaan pampers sekali pakai, lebih tinggi dari semestinya. Pampers yang semula hanya dikenakan untuk acara-acara khusus dan saat bepergian, menjadi dikenakan setiap hari, terutama di malam hari.

    Jika dihitung secara kasar 500 buah pampers seharga 5.000 rupiah, senilai dengan pengeluaran sebesar 2,5 juta rupiah. Angka itu menyusut drastis apabila para orang tua dengan bijak memilih untuk beralih ke penggunaan diapers kain All In One yang multifungsi, seperti Ananndapers ini. Jika mereka tiga kali berganti ukuran sehingga sampai mereka benar-benar mandiri dalam urusan buang air kecil dan buang air besarnya itu, maka dibutuhkan hanya sekitar 12 pieces saja, atau sebesar 270.000 rupiah saja!

    Belum lagi segudang manfaat lain yang diperoleh dalam jangka panjangnya seperti menghindari pencemaran limbah lingkungan, melepaskan anak dari sindroma terlambat kedewasaan untuk pipis pada tempatnya, bahaya ruam kulit karena bahan kimia dan lain-lain.

    Sungguh pilihan bijak para orang tua sangat bergantung pada ingatan panjang tentang persoalan ini semua hingga putra-putri Anda besar kelak
Frequently Asked Question / Pertanyaan yang Paling Sering Diajukan Seputar Ananndapers
  1. Kami biasa menggunakan pampers sekali pakai atau disposable diapers dari merek-merek terkenal. Sekarang kami hendak beralih ke diapers kain. Apakah daya serap dan daya tahan bocor Ananndapers dapat menyamai pampers yang biasa kami pakai? jawab:Tentu saja tidak. Anda tidak fair jika membandingkan kualitas disposable diapers yang menggunakan bahan gel dan resin kimiawi dengan diapers kain.
  2. Berapa lama/berapa jam Ananndapers dapat digunakan oleh anak kami sebelum kami mesti menggantinya lagi dengan yang baru? jawab:Lamanya penggunaan Ananndapers tentu sangat bervariasi dan tidak mungkin distandarkan. Ada yang mengatakan bisa sampai empat jam, ada yang tiga jam dan ada pula yang hanya dua jam. Berdasarkan data penelitian kuantitas buang air kecil anak, ada tipe anak yang sering buang air kecil, tapi sedikit-sedikit,dan ada pula yang jarang buang air kecil tapi sekalinya dilakukan, bisa sampai 40 cc!
    Oleh karenanya, Ananndapers sendiri menggunakan standar volume cairan yang dapat diserap tanpa tumpah, sekalipun posisi diapersnya sangat miring! Dari rata-rata standar pengujian kami, baik Ananndapers tipe celana maupun tipe kain perekat, kemampuan serap tanpa bocornya sekitar 100 mL. Sedangkan kemampuan daya serap rata-rata produk kompetitor kami hanya setengahnya saja. Bahkan, untuk Ananndapers edisi ekstra serap, daya serapnya bisa ditingkatkan hingga 135 m
  3. Apa semua jenis Ananndapers selalu menggunakan kain lidah? Apa kegunaan kain lidah pada Ananndapers? Apa bedanya kain lidah dengan insertion cloth atau kain dumpel pengisi diapers kain? jawab:Ananndapers yang menggunakan kain lidah hanya ekstra serap dan super slim. Kegunaan utamanya adalah untuk menutup rapat daerah kemaluan anak dan memaksimalkan penyerapan tanpa bocor. Berbeda dengan sistem insertion cloth pada banyak diapers dengan brand internasional, sistem kain berlidah ini tidak merepotkan para orang tua dengan proses pemakaian, penggantian dan pencuciannya. Selain itu, sistem kain lidah ini telah didesain dengan faktor kelengkungan yang tepat sehingga cairan akan selalu mengisi bagian bawah dulu dan tidak meluber ke samping seperti halnya sistem dumpel.
  4. Apa bedanya Ananndapers diapers sistem karet, snaps dan sistem velcro? jawab:Sistem snaps atau banyak kancing/benik biasanya digunakan agar diapers lebih rapat menutup dan dibuat all size sehingga dapat menghemat stok produsen.
    Sistem velcro pada umumnya terbuat dari bahan polimer plastik, mampu merekat kuat dan tahan lama. Kini sistem velcro dianggap sebagai sistem terbaik diapers kain karena keawetan daya rekatnya dan fleksibilitas ukuran celananya.
    sistem kain karet elastis dan lembut. Tapi elastisitas karet tidak bisa selebar velcro atau deretan snap pada diapers umumnya, sehingga kami menyediakan ukuran untuk itu. Masing-masing dengan daerah elastisitas yang sesuai untuk lingkar pinggang tertentu.
  5. Saya lihat banyak produk diapers kain model celana yang mirip Ananndapers. Contohnya ..... merek ini .... dan ..... merek itu. Apakah keistimewaan Ananndapers model celana dibanding yang lain? jawab:Tentu selalu saja ada kemiripan. Dan secara fungsi juga bisa sama bagusnya. Tetapi coba diperhatikan lebih jauh pada desain celananya. Jika ditinjau dari foto saja, sudah tampak bahwa banyak diapers kain model celana yang kurang memperhatikan faktor kecekungan celana yang ideal bagi penyerapan cairan. Sering kali orang berpikir, asal diapers kain dapat ditutup rapat-rapat pada badan bayinya, pasti tidak akan terjadi kebocoran. Pemikiran itu jelas kurang berdasar. Daya serap cairan itu tidak hanya ditentukan oleh kerapatan celana, tetapi juga oleh penyebaran cairan dari daerah kemaluan ke seluruh permukaan kain. Apabila cairan begitu mudah mengalir ke samping-samping, maka serapat apapun juga, pasti akan terjadi kebocoran. Hal itulah yang menjadi perhatian utama dalam desain Ananndapers.
  6. Diapers kain yang kami pakai tidak pernah berumur lebih dari empat bulan. Kalau tidak sobek kain di daerah velcro atau kancingnya, juga sobek karena proses pencucian. Apakah Ananndapers juga demikian? Seawet apakah penggunaan Ananndapers? Jawab: Ananndapers didesain dengan filosofi tentang keawetan bahan dari sejak awal. Banyak jenis diapers kain, bahkan beberapa di antaranya brand internasional, hanya mementingkan indahnya penampilan dan kenyamanan saja, tanpa memperhitungkan kekuatan bahan dalam proses desainnya.
    Desain diapers kain yang berumur panjang itu mempersyaratkan tidak adanya perlakuan keras/berlebihan dalam pemasangan, pelepasan dan pencuciannya, yang dapat berakibat pada koyaknya kain. Semua syarat itu dipenuhi oleh Ananndapers. Karena sejak awal dirancang terbebas dari kancing/benik (snap), velcro (plastik bahan perekat) dan insertion cloth, maka proses pemasangan, pelepasan dan pencuciannya pun menjadi mudah. Jauh dari resiko koyaknya bahan kain.

    Berdasarkan testimoni pengguna kami, Ananndapers yang telah selesai dikenakan oleh putra pertama mereka dapat diwariskan ke adik-adiknya dalam keadaan tetap sama baiknya. Hal tersebut hampir mustahil dijumpai pada diapers kain merek lainnya.

Hati-hati terhadap Produk Tiruan
yang Berkualitas Rendah dan Berbahaya bagi Kesehatan Anak!

Saat ini di luar dugaan kami, telah mulai beredar produk tiruan Ananndapers dengan kualitas sangat rendah dan bahkan membahayakan kesehatan putra-putri Anda. Sejauh komitmen kami selama ini, produk kami telah sampai ke tangan Anda dengan harga paling ekonomis sambil tetap mempertahankan standar kualitas setinggi mungkin. Apalagi cloth diapers ini sesungguhnya bukan termasuk dalam kategori produk garmen biasa, tetapi lebih tepat untuk dikategorikan sebagai produk kesehatan. Masyarakat kita pelan-pelan juga menyadari, bahwa untuk meninggalkan kebiasaan lama menggunakan disposable diapers, diperlukan bahan-bahan kain berkualitas tinggi yang secara teknis benar-benar aman untuk digunakan oleh bayi dalam jangka panjang!
Oleh karenanya, kehadiran produk-produk cloth diapers dengan bahan-bahan yang sangat rendah kualitasnya, dan bahkan berbahaya bagi kesehatan ini dikuatirkan akan berdampak hilangnya kepercayaan konsumen akan produk cloth diapers secara keseluruhan. Konsumen yang trauma karena cloth diapers yang mereka kenakan langsung bocor pada pipis bayi yang pertama dan bahkan menyebabkan ruam pada kulit, akan berpaling kembali kepada kebiasaan lamanya menggunakan disposable diapers. Padahal tujuan utama produk ini diciptakan adalah untuk mengantarkan masyarakat kita pada pola hidup yang sehat, hemat dan ramah terhadap lingkungan.
Ciri-ciri produk tiruan Ananndapers yang kami anggap sangat rendah kualitasnya dan bahkan berbahaya itu adalah sebagai berikut:
Kaos Polyester sebagai Bahan Baku Utama Cloth Diapers Abal-abal
  • Keseluruhan produknya menggunakan bahan yang sangat murah, tetapi yang penting tetap berpenampilan cantik.
  • Agar dapat dijual semurah mungkin, produk tiruan ini menggunakan bahan baku sebagian besar dari bahan kaos polyester, yang panas dan tidak mampu menyerap panas dan keringat di kulit bayi.
Plastik di Bagian Dalam Cloth Diapers Abal-abal sebagai Pengganti Parachute Waterproof
  • Bahan plastik selalu menjadi pilihan utama bagi produsen cloth diapers abal-abal, karena harganya sangat murah, dan nyaris tidak menambah biaya produksi sama sekali.
  • Untuk menyembunyikan kehadirannya, maka bahan plastik itu justru selalu diletakkan di bagian dalam dari cloth diapers, bukan di bagian luarnya! Mengapa demikian? Seperti diketahui oleh semua orang, bahan plastik sangat rentan terhadap perlakuan panas, seperti penyetrikaan dan penjemuran yang berlebihan. Untuk mencegah terjadinya kerusakan yang sangat cepat, maka satu-satunya jalan adalah dengan menyembunyikan bahan plastik di bagian dalam cloth diapers.
  • Bagaimana bahaya plastik bila kontak langsung dengan kulit bayi Anda? Tidak dapat diramalkan apa yang terjadi. Seperti halnya bahan polymer lain yang digunakan pada disposable diapers, maka gesekan bahan plastik yang digenangi cairan urin pada kulit bayi Anda akan berdampak sangat buruk bagi kesehatannya!
Bahan Kain Busa sebagai Insert Cloth Diapers Abal-abal
  • Upaya cloth diapers abal-abal untuk membuat produknya semurah mungkin tidak berhenti sampai di situ. Kain paling utama dalam cloth diapers, yaitu kain insert yang berfungsi untuk memaksimalkan penyerapan urin, diganti dengan bahan kain busa dacron seperti yang digunakan di dalam boneka atau alas tidur pada umumnya!
  • Dari penampakan sekilas, kain insert berisi busa dacron ini tampak mulus, empuk dan padat berisi bila disentuh oleh tangan. Namun, berdasarkan pengujian kami, air sebanyak 20 CC saja (yaitu volume urin pertama kali bayi) sudah tidak mampu ditahan sama sekali olehnya! Sungguh ceroboh, kain insert yang semestinya memerankan fungsi sangat vital itu digantikan oleh kain busa yang manis bentuknya tapi sama sekali tidak mampu menyerap cairan!
Anannda Production:
  1. ANANNDAPERS NEWBORN
  2. ANANNDAPERS TRAINING PAINTS
  3. ANANNDAPERS EKSTRA SERAP
  4. ANANNDAPERS SUPER SERAP VELCRO
  5. ANANNDAPERS SUPER SERAP - REBORN
  6. ANANNDAPERS LANSIA/DEWASA/MANULA
  7. ANANNDAPERS REBORN HARDCORE
  8. ANANNDAPAD - BREASTPAD
  9. ANANNDA WASHABLE MENSTRUAL PAD / SANITARY NAPKIN
  10. ANANNDA PANTYLINER
  11. INSERT MIKROFIBER
  12. INSERT ANANNDAPERS LANSIA
  13. BEDONG INSTAN
  14. BABY WRAP
  15. BABY SIMPLE WRAP
  16. BABY SHOES
  17. BABY WALKER
  18. PREGNANCY SUPPORT BELT
  19. SLIMMING BELT, GURITA MODERN PASCA MELAHIRKAN
  20. WET BAG
  21. TOY BAG
  22. NURSING COVER
  23. TANKTOP MENYUSUI
  24. MANSET MENYUSUI
  25. GAMIS TANKTOP MENYUSUI
  26. GAMIS MANSET MENYUSUI
  27. SAFETY RIDER
  28. SLEEPING BAG
  29. WASHABLE UNDERPADS